Enam Hari Hilang di Gunung Guntur, Pengakuan Gibran Bikin Ilmuan Shock
taufik mou
September 26, 2021
0
Muhammad Gibran Arrasyid menjadi salah satu topik perbincangan hangat. Ini setelah Gibran dinyatakan hilang 6 hari lalu ketika melakukan pendakian Gunung Guntur, Kabupaten Garut.
Di luar dugaan, Gibran ditemukan dalam keadaan selamat pada Jumat (24/9/2021) di Curug Koneng sekira pukul 16.00 WIB. Gibran ditemukan di titik pencarian yang sebelumnya sudah disisir oleh tim evakuasi. Namun saat itu, tim evakuasi sama sekali tidak menemukan tanda-tanda Gibran.
Gibran ditemukan di Curug Koneng kawasan Gunung Guntur pukul 16.00 WIB dalam keadaan selamat, namun kondisinya terkulai lemas tak berdaya.
Sebelum hilang, Gibran sebenarnya menolak ajakan temannya ke puncak Gunung Guntur. Gibran memilih untuk tetap di pos 3 Gunung Guntur.
Semenjak teman-temanya pergi, Gibran ternyata sudah tak berada di "dunia nyata". Gibran mengikuti 5 sosok yang tak dikenalnya. Ada dua lelaki dan tiga wanita memakai baju serba putih.
Selama berada di "dunia lain", Gibran mengaku memilih meminum air sungai yang dilihatnya sangat jernih.
Kelima sosok berbaju putih sebenarnya silih berganti menawari makanan pada Gibran. Akan tetapi bocah malang itu menolaknya dan tetap bermain dan minum air sungai yang jernih.
Kata Gibran, pernah satu waktu ada wanita berbaju putih datang mebawa nasi dan ikan, lagi-lagi hal itu ditolaknya.
"Ada yang nawarin bekel, perempuan. Nasi sama ikan, engga dimakan karena gak kenal," ungkap Gibran usai ditemukan
Pengakuan mengejutkan lainnya adalah saat Gibran merasa tidak hilang. Lantaran sejak ditinggal oleh temannya ke puncak Gunung Guntur, dia merasa tidak pernah menemukan malam hari.
Gibran merasa berkegiatan sambil menunggu teman-temannya pulang. Gibran sebenarnya tak jauh dari pos tiga. Akan tetapi, dirinya sama sekali tidak mendengar suara apapun dari tim evakuasi yang mencarinya.
Diaku Gibran sebelumnya ia dan temannya berdiskusi soal n aik ke puncak. Namun ia memutuskan untuk tidak ikut teman-temannya. Ia memutuskan untuk beristirahat di tenda. Namun ketika bangun, ia kaget karena berada di pinggir sungai.
"Tiba-tiba bangun ada di sungai. Sungainya warna kuning, airnya jernih," kata Gibran
Semenjak terbangun tiba-tiba di luar tenda ada sungai, Gibran merasakan hari tanpa ada malam.
Dengan kondisi seperti itu, Gibran mengaku selama itu hanya menunggu temannya pulang. "Enggak ada malam. Siang hari, terang," ucapnya.***


Tidak ada komentar