Kondisi Bocah Korban Pesugihan Mata Orang Tua di Gowa Pascaoperasi Mata
taufik mou
September 10, 2021
0
Dokter spesialis mata RSUD Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa, Yusuf Bachmid, membeberkan kondisi bocah 6 tahun berinisial AP setelah matanya dioperasi karena ritual pesugihan kedua orang tuanya.
Diketahui, operasi mata bocah itu dilakukan pada hari Senin (6/9/2021) lalu.
Dua hari pasca operasi, yakni Rabu (8/9/2021), kata Yusuf, AP sudah mulai terbuka dengan orang lain alias kooperatif.
Hal itu terkuak saat Yusuf melakukan pemeriksaan berkala untuk melihat penglihatan sang bocah.
"Matanya sudah tidak diperban lagi. Tadi sudah turun ke poli, dia juga tidak diinfus."
"Dan (AP) kooperatif untuk pemeriksaan fisik, namanya untuk melihat penglihatan jauh," ucap Yusuf, dkutip dari tayangan YouTube TV One, Rabu (8/9/2021).
Dari pemeriksaan itu, Yusuf menuturkan kondisi AP makin membaik. Matanya sudah berfungsi untuk membaca tulisan-tulisan.
"Alhamdulillah, secara pemeriksaan tadi, dia sudah bisa membaca tulisan-tulisan kecil, yang jaraknya sekitar 6 meter," jelas dia.
dr Yusuf memperkirakan bocah AP sudah bisa pulang pada Jumat (10/9/2021) besok.
Namun, hal itu perlu pertimbangan dari pihak-pihak terkait seperti kepolisian.
"Tentu ada pertimbang-pertimbangan lain. Kita berikan kepada pihak yang berwenang."
"Kalau saya perkirakan hari Jumat sudah bisa pulang," ujarnya.
Baca juga: Bocah 6 Tahun Tumbal Pesugihan di Gowa Jalani Operasi, Bola Mata Masih Utuh tapi Ada Sel yang Rusak
Polisi: Orang Tua Terancam 10 Tahun Bui, Saksi Diduga Seorang Dukun Diperiksa
Sementara itu, Polda Sulawesi Selatan telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol E Zulpan mengatakan, dari keterangan saksi-saksi yang sudah diperiksa, orang tua AP memang melakukan tindakan yang mengarah kepada aliran ilmu hitam.
Namun, apakah tujuannya untuk pesugihan atau hal lain, Zulpan mengaku belum bisa memberikan keterangan.
Hal itu lantaran kedua orang tua AP masih menjalani pemeriksaan dugaan gangguan kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa Dadi, Makassar.
"Keterangan saksi yang sudah kita periksa ini mengarah kepada aliran-aliran sesat."
"Adapun tujuannya untuk pesugihan atau tujuan lain, ini akan kita dalami manakala pelaku utama Bapak dan Ibu AP sudah kita periksa," kata Zulpan, dikutip dari tayangan Youtube tvOne, Rabu (8/9/2021).
Kapolres Gowa AKBP AKBP Tri Goffaruddin Pulungan menjenguk langsung bocah berinisial AP yang menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Tinggimoncong Gowa di RSUD Syekh Yusuf, Sabtu (4/9/2021).
Kapolres Gowa AKBP AKBP Tri Goffaruddin Pulungan menjenguk langsung bocah berinisial AP yang menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Tinggimoncong Gowa di RSUD Syekh Yusuf, Sabtu (4/9/2021). (TribunTimur.com/Sayyid)
Zulpan juga menjelaskan, nantinya pemeriksaan tidak hanya terkait kasus AP saja.
Namun ada dugaan kakak laki-laki AP yang berusia 22 tahun, DS, turut menjadi korban tumbal orang tuanya hingga meninggal dunia.
"Ini tidak berhenti dalam penanganan kekerasan terhadap AP, karena satu hari sebelumnya anak mereka yang berjenis kelamin laki-laki inisialnya DS meninggal dunia."
Baca juga: Respons Komnas PA Sikapi Kasus Bocah Korban Ritual Pesugihan Orangtua di Gowa: Sadis dan Keji
"Ada informasi yang kita dapat, meninggalnya anak ini tidak lepas dari tindak kekerasan yang dilakukan orang tuanya, bahkan bila perlu kita autopsi ulang," ujar Zulpan.
Lebih lanjut, Zulpan menjelaskan, profesi kedua orang tua AP adalah petani, bukan di bidang pengobatan alternatif.
Namun, saat diamankan oleh pihak kepolisian, kedua orang tua AP melakukan tindak kekerasan dengan dalih sedang mengobati anaknya.
Bocah pempuan berusia enam tahun dianiaya oleh orangtua sendiri kini menjalani perawatan medis di RSUD Syekh Yusuf Gowa, Sabtu (4/9/2021).
Bocah pempuan berusia enam tahun dianiaya oleh orangtua sendiri kini menjalani perawatan medis di RSUD Syekh Yusuf Gowa, Sabtu (4/9/2021). (TRIBUN-TIMUR.COM/SAYYID)
"Jadi profesinya bukan di bidang medis, tapi bidang tani. Soal dalam rangka pengobatan itu memang dalih yang disampaikan saat mereka diamankan oleh petugas."
"Seolah-olah mengatakan halusinasi kemudian di dalam tubuh anaknya ada penyakit yang hanya bisa dikeluarkan apabila mata kanannya dicongkel,"
"Saya rasa tidak bisa kita terima dengan akal sehat, makanya kita lakukan pemeriksaan dulu kejiwaannya," jelas Zulpan.
Kini, setelah kasus berjalan selama sepekan lamanya, terdapat total sembilan saksi yang sudah diperiksa.
Baca juga: FAKTA-FAKTA Para Korban Dugaan Pesugihan di Gowa, hingga Penyelidikan soal Anggota Ritual 40 Orang
"Awalnya empat saksi sampai hari ini ada sembilan saksi sudah kita periksa."
"Dan memperkuat hal yang disampaikan seolah-olah halusiasi dan ada penyakit di dalam tubuh anaknya tidak benar," ujar Zulpan.
Kemudian, ada juga saksi baru diduga seorang dukun yang diperiksa oleh penyidik.
Namun, Zulpan mengaku belum bisa memastikaan apakah benar saksi tersebut seorang dukun.


Tidak ada komentar