Pak Kades Cerita Kejadian Mistis di Sekitar Lokasi Pembunuhan Tuti dan Amalia, Warga Gelar Pengajian
taufik mou
September 10, 2021
0
Keresahan melanda warga di sekitar lokasi pembunuhan ibu dan anak di Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Kasus tersebut sampai saat ini masih digarap pihak kepolisian demi menemukan sosok keji pembunuh.
Karena itu warga menggelar doa bersama dan pengajian akbar tadi malam, Kamis malam Jumat (9/9/2021).
Doa bersama tersebut dilakukan karena warga setempat resah dengan aura mistis yang dirasakan di lokasi pembunuhan.
Kepala Desa Jalancagak, Indra Zaenal Arif, membenarkan, pengajian akbar di dekat TKP bertujuan untuk menghilangkan keresahan dari masyarakat seperti kejadian mistis.
"Keresahan ini sebenernya keresahan aura mistis, aura mistis di sekitaran ini. Kenapa kami tidak melakukan di masjid, kenapa harus di sini, salah satunya ya karena itu (aura mistis)," tutur Indra kepada wartawan, Kamis (9/9/2021) malam.
Baca juga: Taliban Menyatakan Siap Kerjasama dengan Semua Negara di Dunia Termasuk Amerika, Kecuali 1 Negara
Baca juga: Barcelona Dermawan, Untungkan Atletico Madrid dan Liverpool Lewat Griezmann dan Coutinho
Menurut Indra, pengajian akbar bersama seluruh masyarakat Desa Jalacagak bertujuan untuk menghilangkan aura mistis di sekitar lokasi kejadian di mana kedua wanita korban ditemukan tewas secara tidak wajar itu.
"Ketika kita akan menetralisir satu tempat dari aura-aura yang mistis makanya kita gelar di sekitaran TKP ini," katanya.
Pengajian akbar kali ini merupakan inisiatif dari masyarakat di Desa Jalancagak yang turut berpartisipasi mendoakan mendiang dari Tuti Suhartini (55) serta Amalia Mustika Ratu (23) yang merupakan korban pembunuhan.
Pemerintah Desa Jalancagak menyebut gelaran pengajian akbar untuk ikut mendoakan kedua korban pembunuhan yang terjadi di Subang.
itu merupakan inisiatif dari seluruh masyarakat.
"Kami dari pemerintahan hanya mengikuti dari aspirasi mereka, antusias mereka yang ikut turut mendoakan kedua almarhumah ini," ujar Indra kepada wartawan, Kamis (9/9/2021).
Bukan hanya itu, doa yang dipanjatkan oleh masyarakat menurut Indra sebagai bentuk bantuan untuk pihak kepolisian yang sampai saat ini masih bekerja keras untuk mengungkap kasus yang sudah menjadi atensi dari masyarakat ini.
"Doa ini mereka berharap bisa membantu pihak kepolisian dalam rangka mengungkap siapa pelaku dari pembunuhan ini," katanya.
"Mudah-mudahan dilancarkan dan polisi khususnya Polres Subang diberi kekuatan untuk segera mengungkap ini," Indra menambahkan.
Masyarakat resah
Kepala Desa Jalancagak menyebut masyarakat banyak yang resah dengan belum tertangkapnya pelaku dari pembunuhan ibu dan anak di Subang.
"Memang banyak yang resah masyarakat dari Desa Jalancagak, terutama masyarakat yang tinggal di dekat lokasi kejadian," kata Kepala Desa Jalancagak Indra Zaenal Arif saat selesai menggelar pengajian akbar di dekat lokasi kejadian, Kamis (9/9/2021) malam.
Dengan demikian, pihaknya terus melakukan patroli atau siskamling dengan berkeliling di dekat lokasi kejadian untuk tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti terduga pelaku yang bisa saja kembali ke lokasi kejadian.
"Kami juga sering melakukan siskamling. Ronda malam kami ditingkatkan juga," ujarnya.
Indra juga tetap mengimbau kepada masyarakat khususnya masyarakat dari Desa Jalancagak untuk tidak mengeluarkan asumsi-asumsi liar yang tidak mendasar.
"Kami dari pihak pemerintah juga terus mengingatkan untuk masyarakat jangan mengeluarkan asumsi-asumsi yang tidak mendasar," katanya.
"Jadi lebih baik kita percayakan kepada pihak kepolisian untuk menangasi kasus ini dan cepat terungkap," Indra menambahkan


Tidak ada komentar