Select Menu
» »Unlabelled » Ritual Goib Mandikan Jenazah, Diduga Sulitkan Inafis Temukan Sidik Jari Pelaku Pembunuhan Subang


taufik mou September 26, 2021 0


Pengungkapan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang yang tergolong lama kembali menimbulkan pertanyaan dan kekesalan di kalangan keluarga korban.

Bahkan kini beredar kabar di masyarakat Subang dan sekitarnya, bahwa pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang sengaja melakukan ritual Goib pasca menghabisi nyawa kedua korban untuk menghilangkan jejak secara mistis.

Ritual goib tersebut diduga membuat penyidik dari pihak Kepolisian masih belum menetapkan tersangka pembunuh ibu dan anak di Subang.

Apakah pelaku sempat melakukan ritual goib dengan memandikan kedua jenazah untuk menghilangkan sidik jari dan jejak di TKP agar bisa mengelabui petugas Inafis.

Hal tersebut tentunya menjadi pertanyaan serius dan aneh. Pasalnya pelaku pembunuhan ibu dan di Subang ini sempat - sempatnya memandikan kedua jenazah korban.

Nampaknya Polisi tak mau mengarah kesana dan tetap bekerja secara prosedur berdasarkan bukti - bukti yang didapatkan.

Kriminologi Universitas Indonesia Prof Adrianus Meliala mengatakan kemungkinan bisa saja proses ritual goib dilakukan pelaku untuk menghilangkan jejak, namun sulit membuktikannya.

"Mungkin saja (pelaku gunakan ritual goib). Siapa yang bisa menjamin itu terjadi atau tidak terjadi," ucap Prof Adrianus.

Kendati demikian mantan Komisioner Kompolnas itu, Polisi tak mau menyimpulkan diluar uji forensik ketika melakukan penyelidikan kasus pembunuhan terhadap Tuti dan Amalia, meski kedua korban ditemukan tanpa busana.

Kepolisian hanya serius untuk mencari bukti kuat sebagai data pendukung untuk menepis dalih dari pelaku ketika berstatus tersangka.

Kekesalan dari pihak keluarga korban nampaknya sudah mulai meluap karena belum diketemukannya pembunuh ibu dan anak di Subang tersebut.

Keluarga bahkan berancang-ancang akan menggunakan cara lain jika sampai pihak kepolisian tak juga menemukan pembunuh Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu yang jasadnya ditumpuk di bagasi mobil Alphard, 18 Agustus 2021.


Dibunuh, dimandika

Yeti Mulyati, kakak Tuti Suhartini mengaku ingin cepat-cepat mengetahui pembunuh adik dan keponakannya itu.

"Tapi ya mungkin pihak kepolisian harus lebih teliti menghadapi ini," kata Yeti.

Tindakan pembunuh yang tak hanya menghabisi nyawa adik dan keponakannya itu menurut Yeti Sangat biadab, bahkan dia menyamakannya dengan PKI.

"Gak cukup dibunuh tapi juga dibuka bajunya. Aku paling heh.. gaya PKI itu, biadab

Aku dendam sekali sama orang itu yang membunuh," ujar Yeti geram.

Yeti mengatakan, adik dan keponakannya itu dikenal sangat baik oleh semua orang.
Bahkan sang keponakan sangat dermawan dan suka menjajakan teman-temannya.

"Gak ada satu pun yang menjelekkan ibu dan anak itu," ungkapnya.
Bagaimana seandaianya polisi tidak bisa mengungkap pembunuh ibu dan anak itu?
Yeti langsung menyahut.

"Itu mah keterlaluan aja...harus terus sampai kapanpun harus, Gak ada istilah mundur," katanya.
Dia bahkan berancang-ancang akan menggunakan cara lain untuk mengungkap pelaku pembunuhnya.

"Dengan cara lain pun akan saya jadi aja apapun Yang penting harus ketemu siapapun
Misalkan gak (terungkap) ini sama polisi, InsyaAllah saya akan cari cara lain," kata dia.

Perkembangan terbarunya yang dilakukan oleh penyidik dari Bareskrim Polri dalam mengungkap kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang ini, yaitu dengan menggunakan lie detector atau alat untuk mengetes kebohongan seseorang.

Tes kebohongan yang dilakukan oleh penyidik dilakukan kepada Yosef, Mimin dan anaknya, adapun salah satu pertanyaan yang diberikan adalah soal apakah melakukan pembunuhan atau menyuruh melakukan pembunuhan ibu dan anak di Subang tersebut.***

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar

Leave a Reply